5 Desember 2013. Lewat dua hari dari tanggal kematianmu
empat tahun lalu. Bagaimana dengan empat tahun terakhir tanpa kehadiranmu? Aku masih
merindukanmu. Rindu yang akan selalu sama meski waktu berbilang. Apakah kau pun
sama? Mungkin kau tak lagi tahu bagaimana rindu itu berasa.
Saat ini aku masih melanjutkan hidup bersama dengan istri
dan anak-anakmu yang lain. Fotomu masih terpajang di tempat yang sama. Buku dan
sebagian kecil bajumu juga masih tersimpan rapi. Kami sekeluarga juga masih
sering membicarakanmu dan semua kenangan tentangmu seakan-akan kau sedang pergi
keluar kota sebagaimana dulu sering kaulakukan. Tidak ada yang berubah. Hanya saja
sekarang aku jadi lebih sentimentil. Aku iri pada sepasang bapak dan anak yang
berlari di tengah hujan. Hatiku meluap rindu saat melihat seorang bapak
berolahraga bersama putrinya sebagaimana kebiasaan kita dulu. Aku menangis terluka
saat tertatih menyelesaikan studi akhirku. Hal yang tak akan sama jika kau
masih ada karena kau akan selalu mensupport semua yang kubutuhkan. Uang, bahan
bacaan, ijin pesantren seperti yang dulu
kausiapkan saat aku menggarap skripsiku 5 tahun lalu, yaitu 1 minggu menjelang
kau tak sadarkan diri.
Babeh, love u
In memoriam : 3 Desember 2009-3 Desember 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar